Apakah saudara punya cece yang cerewet? Saya punya cece yang cerewet, setiap ada hal yang dia rasa tidak benar, maka dia akan mengomel. Dulu saya merasa terganggu dengan setiap omelan yang dia tujukan kepada saya, namun sekarang saya sudah lebih mengerti mengapa dia mengomel. Setiap omelan yang dia tujukan bukan berarti karena dia membenci saya atau untuk supaya membuat hidup saya tidak nyaman, namun sebaliknya hampir seluruhnya adalah untuk kebaikan diri saya juga. Walaupun suka mengomel, tapi ketika melihat adiknya mengalami kesusahan, dia tidak tinggal diam. Dia selalu berusaha untuk membantu karena tidak tega melihat adiknya menderita.

Dulu saya merasa terganggu namun kini merasa bersyukur karena memiliki cece yang begitu perhatian. Mengapa demikian? Karena saya semakin mengenal cece saya, sehingga saya mulai tahu dan mengerti dengan apa yang dilakukannya ternyata tujuannya untuk kebaikan saya. Ternyata proses mengenal itu sangat penting. Apa jadinya kalau saya tidak berusaha untuk mengenal cece saya, mungkin yang terjadi adalah saya tetap sebel, sakit hati bahkan melakukan hal yang buruk kepada cece saya yang cerewet itu, sehingga bisa membuat cece saya terluka.

Demikian juga yang terjadi dengan bangsa Israel ketika mereka tidak berusaha mengenal Allah mereka. Mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan bahkan mereka pergi ibadah kepada allah lain (Hak 2:10-13). Akibatnya Allah marah terhadap mereka dan tidak menyertai mereka ketika berhadapan dengan para musuh mereka. Namun ternyata walaupun mereka menyakiti Allah, ketika mereka merintih memohon belas kasihan Allah, Allah mengutus hakim untuk menyelamatkan mereka. Allah tetap saja tidak tega melihat umatNya dalam kesusahan, dan berusaha menolong mereka.

Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. (Hak 2:18)

Namun apa yang terjadi setelah Tuhan menyelamatkan mereka? ketika hakim yang diutus Tuhan tiada, mereka kembali lagi tidak berusaha untuk mengenal Allah dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.

Apa yang bisa kita pelajari? Pengenalan akan Allah merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Dalam proses mengenal Allah, kita akan semakin mengerti bahwa tujuan Allah menyatakan kehendakNya pada kita bukan untuk membebani dan mengganggu kenyamanan kita, tapi justru untuk menyelamatkan kita dari melakukan hal-hal yang jahat.

Ketika kita mengenal Allah maka kita akan tahu apa yang menjadi kehendakNya dan apa yang harus kita kerjakan/lakukan dalam memenuhi kehendakNya. Proses mengenal Allah pun tidak berhenti begitu saja, harus dilakukan secara terus menerus sehingga kita tidak kembali melakukan apa yang jahat di mata Allah. Proses mengenal Allah secara terus menerus akan menjaga kita untuk hidup sesuai dengan kehendakNya. Jadi proses mengenal Allah tidak berhenti ketika kita telah mengikuti katekisasi untuk baptis dewasa dan sidi (pengakukan percaya). Proses mengenal Allah perlu kita lakukan setiap hari, setiap saat, baik dalam saat teduh pribadi, doa dan juga pembacaan firman Tuhan. Selamat mengenal Tuhan!

GKI DUTAMAS